Tak terasa Mei sudah masuk minggu kedua, seperti Sabtu minggu kedua bulan-bulan sebelumnya, Connect English Community kembali menyelenggarakan Connect’s Second Saturday Brunch (SSB). Edisi Mei ini diisi dengan Materi tentang Beasiswa dari AMINEF yang dibawakan oleh Matt Poissant (English Teacher Assistant Program) dan Alvin K. Sandy (Global Undergraduate Exchange Program).

SSB Mei 2017
Connect’s Second Saturday Brunch May Edition

Matt Poissant warga negara Amerika yang sudah 8 bulan menjadi Asisten Guru di SMK Negeri 2 Bandar Lampung, memulai SSB dengan menjabarkan tentang program-program beasiswa yang ditawarkan oleh AMINEF (American Indonesian Exchange Foundation). Program yang ditawarkan oleh AMINEF beragam mulai dari Beasiswa Fullbright untuk S2, S3 dan Research, sampai Professional Development and Exchange Program yaitu program non-degree yang bisa diikuti oleh mereka yang hanya lulusan SMA sampai yang sudah professional.

Matthew Menjelaskan Program AMINEF

Matt menjelaskan segala hal terkait program, mulai dari apa saja yang didapatkan jika mendapatkan beasiswa-beasiswa tersebut, apa yang harus disiapkan, prosedur pendaftaran dan tes, dsb. Setelah Matt menjelaskan tentang macam-macam program. Penjelasan selanjutnya diteruskan oleh Alvin K. Sandy (Global Ugrad 2016 Awardee). Alvin menjelaskan perjalanannya sejak persiapan sampai selesai program.

Buat gue pribadi, Alvin ini sosok anak muda yang menarik, karena jumlah pemuda yang seperti Alvin ini gk banyak. Mahasiswa UIN Radin Intan Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris 2013 ini berhasil mematahkan prasangka gue tentang Anak IAIN yang “eehh”. Alvin membuktikan bahwa walaupun dia berasal dari kampus yang gk populer, dia bisa mengalahkan mahasiswa-mahasiswa dari kampus lain dalam mendapatkan bangku Global Ugrad. Dia adalah 7 dari 4000+ pendaftar yang terpilih untuk menghabiskan 1 semester belajar di salah satu Universitas di Amerika (Wilson College di Pennsylvania untuk Alvin). Gileeeee keren banget!

Alvin Menceritakan Pengalaman Global Ugrad

Selama satu semester, kurang lebih 4 bulan jam belajar efektif, Alvin harus mengambil 12sks, yang terdiri dari American History, dll. Selain kuliah, Alvin juga harus melakukan Community Service, yang dilakukan Alvin dengan menjadi Soundman pada sebuah Festival dan asisten di salah satu Rumah Jompo. Kerennya, GPA Alvin selama kuliah 1 semester di Wilson College itu 3.8 looh, gileeee kurang keren gimana lagi tuh si Alvin.

Alvin menceritakan bagaimana dia harus begadang sampai jam 3 pagi di perpustakaan kampus supaya bisa ngumpul tugas pagi-pagi. Kita yang dengerin cuma bisa bengong, GILEEEE disana perpustakaannya 24 jam, di Lampung sih cuma KFC sama McD yang 24 jam hahahaha. Alvin juga bilang, kalo mau masuk kelas harus udah baca materi soal kelas yang diambil sebelum masuk kelas, soalnya kalo belum baca gk bakalan ngerti Dosennya ngomongin apaan. Kuncinya Alvin bisa dapet GPA 3.8 itu yaaa banyak baca katanya, kalo gk salah sih dia baca hampir 100 buku selama disana. WOOOAAAAHHHHH.

Memang bener yaaa, kesempatan itu datangnya pada mereka yang siap. Dengerin ceritanya Alvin, gue jadi sadar banget tentang Kesempatan dan Kesiapan. Berdasarkan ceritanya Alvin, dia cuma punya waktu 2 minggu untuk menyiapkan semua berkas yang harus dikumpul untuk mendaftar program Ugrad ini, karena memang dia dapet infonya telat. Tapi walaupun cuma punya waktu 2 minggu, Alvin udah punya pengalaman daftar beasiswa sebelumnya, jadi sebenernya Alvin sudah dilevel SIAP, daaaaannn BAAAAMMM Kuasa Tuhan, kesiapan Alvin dipertemukan dengan kesempatan yang ada, Wooohoooo merindiiing.

Salah satu quote yang Alvin suka dan yang dia share dalam presentasinya adalah “Fail Fast, Learn Fast, Improve Fast”, aaaiiih menohok banget buat gue. Bersyukur banget dikasih kesempatan untuk dengerin pengalaman Alvin ini, INSPIRING! Yang kayak Alvin nih harusnya jadi selebgram, biar banyak anak muda yang niruin, jangan yang “gaul” doang. #ehcerewet

Get To Know Alvin
Get To Know Alvin

Sabar-sabar, belum selesai SSBnya, karena Matthew kembali memberi materi. Materi kedua dari Matt adalah How To Make An Essay for Applying Program. Matt menjelaskan bahwa Essay adalah salah satu yang paling menentukan akan diterimanya kita pada program yang kita pilih atau gk. Bahkan, Bang Eric menambahkan bahwa terkadang hal lain bisa tidak terlalu diperhatikan jika Essay yang kita buat cukup meyakinkan. Maka, perlu banget untuk para pemburu beasiswa tau tentang “Know How” membuat Essay yang meyakinkan.

Dalam penjabaran Know How Essay, Matt memulai dengan meminta para peserta menjawab pertanyaan “Why Should You Be Chosen For This Program?” dalam 8 kata. Yes, 8 kata bukan 8 kalimat. Kenapa 8 kata? Karena 8 kata ini bisa menjadi kalimat pembuka Essay kita, yang membedakan kita dengan peserta lain. Matt minta kita langsung mempraktekan, jadi kita harus buat 8 kata tersebut dalam waktu 5 menit. Hahahaha Thrilling!

Selanjutnya, Matt menjelaskan tentang Do’s and Don’t’s dalam membuat Essay, salah satunya adalah bahwa kita wajib “Proofread” tulisan kita. Karena essay yang baik gk didapat dalam sekali tulis, melainkan dari menulis dan koreksi berkali-kali. Sedangkan salah satu “Don’ts” yang harus diperhatikan adalah jangan menuliskan “I love everything about America”, karena tanpa dituliskan juga sudah bisa terlihat bahwa pendaftar suka dengan America (oleh sebab itu mereka mendaftar program beasiswa di America). Bagian Do’s and Don’ts ini penting banget sih menurut gue. Alhamdulillah dikasih tau dari awal, jadi gk perlu melakukan kesalahan yang sama. Mantaaab!

Quick Tips From Matt

Sesi terakhir presentasi Matt diisi dengan latihan menjawab “Commonly Asked Question”, misalnya pertanyaan “What are your plans after return? How will this program help you achieve those plans?”, hampir disetiap formulir aplikasi program beasiswa pertanyaan ini selalu ada, maka penting untuk paham apa maksud dari pertanyaan tersebut dan berlatih menjawab pertanyaannya. Setelah latihan menjawab pertanyaan ini selesai, maka selesailah pula SSB bulan Mei ini.

Closing Session SSB Mei

Gue selalu suka dengan SSB, tapi SSB Mei ini merupakan SSB paling informatif dan tepat sasaran. Sayang banget buat yang gk dateng karena gk bisa dapet materi keren ini. Materi begini kalo diseminarin jadi berbayar loh, ini karena disampaikan di SSB aja makanya gratis. Nyesel kan gk ikutan? Jangan sampai nyesel karena gk ikut SSB selanjutnya, langsung gih follow @connectlampung di Instagram biar dapet info terupdate tentang kegiatan-kegiatan yang diselenggarain Connect English Community.

Okay sekian dari gue, semoga bermanfaat, see you on another post! Bhaaaayyyy ~

It's only fair to share...Share on FacebookTweet about this on TwitterPin on PinterestShare on TumblrShare on Google+

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *