Senin kemarin saat libur tanggal merah Isra Mi’raj, untuk mengisi waktu luang beberapa Connectees melakukan City Tour untuk 3 Guest dari Florida, USA. Tour ini hanya boleh dilakukan di dalam Bandar Lampung, jadi tiga tim yang sudah dibagi harus mengatur bersama timnya, mau diajak kemana Guest mereka. Perlu diketahui, tour ini dilakukan tanpa pendampingan dari Bang Eric dan Kak Ade, yang biasanya selalu ada bersama para Connectees. So, this is a real challenge for Connectees! Because, none of the guest know Bahasa Indonesia. Jadi para Connectees yang ikut City Tour harus full berbahasa inggris selama tour. Woohooo~

Bandar Lampung City Tour

Gue satu tim bersama Lia dan Feri, dengan Lia sebagai Driver, Gue dan Feri sebagai navigator. Tim kita mendapat Bu Cindy sebagai tamu yang akan kita ajak jalan-jalan. Sedangkan 2 Tim lain akan jalan-jalan bersama Pak Stan dan Kak Katie (plus Matthew yang mau ikutan juga). 3 tamu dari Florida ini baru pertama kali ke Indonesia loh, mereka gk tau banyak soal Indonesia, apalagi Bandar Lampung.

Tim Bu Cindy, memulai Tour dengan makan siang dulu, karena kita rasa penting untuk isi perut sebelum jalan-jalan HAHA. Berdasarkan hasil diskusi sebelumnya, tim kita memutuskan untuk ajak Bu Cindy makan di Mbok Wito. Dan kita ajak bu Cindy makan lesehan, which is a new experience for her. Biasanya sih Bule kurang suka duduk di Lantai, makanya kita seneng banget waktu bu Cindy mau diajak lesehan.

Lia jelasin menu yang ada ke Bu Cindy, dan merekomendasikan Ayam Bakar Bumbu Kacang (Favorit Bang Eric) dan Bu Cindy setuju “I will go with Eric’s favorite” katanya. Waktu makanan dateng, kita tanya “Do you want to eat with spoon and fork, or directly from your hand?”, Bu Cindy bilang “You guys show me how, I’ll go without spoon and fork”. Lia kasih contoh gimana caranya makan langsung, Bu Cindy cuci tangan dikobokan dan makan tanpa sendok garpu dong! HAHA we feel accomplished 😃

Selain ayam, kebetulan Lia pesen Tempe Bacem dan Tahu Goreng. Jelasin tahu goreng pake Bahasa inggris sih gampang tinggal bilang Fried Tofu, tapi Tempe Bacem? Challenging! HAHA. Akhirnya kita menjelaskan Tempe Bacem dengan “Soybean Cake with Sweet Soy Sauce”. Thanks Feri for the Soy Sauce part, we were great combo.

Setelah makan, kita lanjutkan perjalanan ke Panjang menuju Pura Kerthi Buana, kita putuskan untuk ke Tempat Ibadah, karena di US kan gk seberagam di Indonesia agamanya. Sampai di Pura Kerthi Buana, kita kecewa, karena ternyata Pura Kerthi Buana gk dibuka untuk Publik, hanya untuk Sembahyang. Warga sekitar sih bilang kita bisa masuk, tapi di depan Pura ada pemberitahuan gitu kalo gk bisa masuk. Fyuh ~ Untungnya Bu Cindy bilang “It’s Okay, I can still see it”. Yah seenggaknya Bu Cindy bisa liat bentuknya Pura tuh kayak gimana dan ambil foto dari beberapa angle.

Pura Kerthi Buana
Pura Kerthi Buana

Dari Pura Kerthi Buana kita jalan balik ke Yos Sudarso menuju daerah Teluk Betung untuk ke Vihara Thay Hin Bio, untuk menunjukkan Bhuddist Temple ke Bu Cindy. Kebetulan Feri beragama Budha, dan dia bilang, dia mau nunjukkin gimana cara ibadahnya dia ke Bu Cindy, jadi bu Cindy gk cuma liat tempatnya, tapi juga liat prosesi sembahyangnya. Wooohoooo I’m so glad we have Feri in our team. Mantaaabb!

Vihara Thay Hin Bio
Vihara Thay Hin Bio

Lanjuuutt, udah ke Pura dan Vihara, gk lengkap kalo belum ke Masjid. Walaupun gue lagi datang bulan, gue tetep ajakin Bu Cindy masuk ke Masjid. Kita pilih Masjid Al Furqon, kebetulan disana kita ketemu tim Connectees lain yang membawa kak Katie dan Matthew di timnya. Setelah ngobrol bentar, gue ajak Cindy keliling Masjid, yang ternyata diikutin sama Matthew. Kita ke lantai 2 Masjid Al Furqon, gue ajakin masuk Bu Cindy dan Matthew masuk. Matthew nanya, kenapa ada bagian yang ditutup gorden di pinggir bagian masjid, yang gue jelaskan sebagai tempat khusus Jemaah perempuan sholat. Bu Cindy nanya, apa gue bisa baca tulisan yang ada di dinding masjid, HAHA gue bilang bisa walau gk gue bacain 😃

Lalu gue ajak bu Cindy keluar untuk liat pemandangan ke arah laut dari jendela Masjid. Bu Cindy bilang, di Florida juga banyak Pantai, disana juga ada Freshwater Spring yang katanya airnya berasal dari bawah tanah, disana pengunjung bisa bermain di air pakai ban (kalo di Indonesia disebutnya ban) HAHA. Selesai memandang Laut dari jendela, kita turun, diperjalanan turun bu Cindy liat bedug dan nanya “What is that for?” Gue bilang “It’s for adzan, Prayer’s Call”. Entah kenapa gue merasa bangga bisa jelasin sedikit (banget) tentang Islam. Hehehe.

Perjalanan selanjutnya adalah ke Lembah Hijau untuk liat Gajah, karena Kak Katie pamer ke bu Cindy pas di Masjid, kalo dia udah liat Gajah. Karena kebetulan lewat jalan yang menuju SMANDA, gue bilang “This road is actually a way to go to my High School” ke bu Cindy, dan akhirnya gue minta Lia untuk masuk bentar ke SMANDA. Lumayan, sekalian nostalgia. Gue kasih tau juga, kalo gue bisa liat laut dari kelas gue, dan Bu Cindy bilang “So, did you study or looked at the sea?” HAHAHA.

Setelah mampir ke SMANDA, kita lanjutkan perjalanan menuju Lembah Hijau.  Di perjalanan Bu Cindy cerita tentang pengalamannya jalan-jalan ke Washington DC bersama para murid yang dapat reward karena sudah menjadi School Safety Guard. Dia menceritakan gimana Pak Stan (as headmaster) menyiapkan Tshirt warna terang agar para peserta gampang ditemukan, dari warna Shocking Pink sampai Shocking Yellow. “Well, we wont get lost with that shirt” kata bu Cindy. Kita juga ditawari permen Peppermint sama Bu Cindy, yang rasanya agak mirip permen Polo, tapi bentuknya lebih kecil dan rasanya lebih Mint, dingin-dingin pedes gitu, nah gimana tuh? HAHA.

Yaampun, gue seru banget nulisin cerita City Tour ini, sampe gk sadar udah 2 halaman A4, okeeeh cerita selanjutnya di Part II yak. See youuu ~~

 

 

 

 

It's only fair to share...Share on FacebookTweet about this on TwitterPin on PinterestShare on TumblrShare on Google+

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *