Sejak tahun lalu, gue udah sering banget menceritakan pengalaman baru gue dalam belajar Bahasa Inggris, yaitu melalui komunitas bernama Connect English Community (biasa disebut Connect). Setelah bergabung lebih dari enam bulan di Connect, gue merasakan banyak perubahan dalam diri gue, bukan hanya dalam Bahasa Inggris, tapi juga dalam perkembangan pribadi. Lah kok bisa? Ya bisa, Karena Connect bukan sekedar Komunitas.

Awal tahun 2017 ini, Connect memulai program baru khusus untuk para anggota komunitas, yaitu Peer Group. Gue pribadi sangat-sangat suka dengan program ini, bahkan gue selalu nyempetin datang khusus untuk Peer Group. Kok bisa gue suka banget sama Peer Group? Emangnya Peer Group tuh apa sih?

Jika kita googling, Peer Group, maka akan keluar jawaban seperti ini :

Peer Group

 

Peer Group adalah sekelompok orang yang memiliki kesamaan umur, status atau ketertarikan. Dalam hal Peer Group di Connect, para angggota disatukan dalam kesamaan ketertarikan, yaitu sama-sama ingin pandai berbicara dengan Bahasa Inggris. Oleh sebab itu, Connect memfasilitasi kesamaan ketertarikan ini dengan membuat kelompok diskusi, yang dipisah antara kelompok Perempuan dan kelompok Laki-laki. Dimana, Peer Group Perempuan dilakukan setiap hari Selasa, dan Peer Group Laki-Laki dilakukan di hari Kamis, setiap pukul 05.30-07.00 sore.

Lalu apa yang dibahas dalam Peer Group ini sehingga membuat kegiatan ini sangat menarik? (terutama bagi gue). Peer Group ini mendiskusikan “Real Life Question”, yang dibagi dalam 12 sesi. Setiap sesi diusahakan untuk diselesaikan dalam 1 minggu, atau maksimal 2 minggu diskusi (berdasarkan yang sudah berjalan). Gue pribadi sangat suka diskusi, maka gk heran kalo Peer Group ini jadi kegiatan favorite gue.

“Real Life Question” seperti apa sih yang dibahas dalam Peer Group ini? Banyaaak, contohnya tentang Personal Growth, Life Goals and Purpose, Personal Finance, Healthy Self-Image, Managing People Expectation, dll. Yang mana topik-topik diskusi ini akan sangat jarang bisa kita temui dikehidupan sehari-hari. Kenapa? Karena gk banyak dari kita yang merasa perlu mendiskusikan hal-hal tersebut.

Beruntunglah gue, karena gue bergabung dengan Connect, gue bisa mendiskusikan hal-hal ini yang memang merupakan “concern” gue dalam hidup. Lewat Peer Group ini, Connect sebagai penyelenggara kegiatan diskusi mengharapkan, para anggota dapat tumbuh bersama tidak hanya dalam kemampuan Bahasa Inggrisnya, tapi juga dalam perkembangan pribadinya.

Bagi kelompok Peer Group perempuan, diskusi ini bisa berubah jadi kelompok curhat. Karena diskusi-diskusi yang sangat personal, kadang memerlukan anggota untuk membagikan pengalaman hidupnya atas tema yang sedang dibahas. Dan melalui sharing pengalaman hidup ini, para anggota jadi belajar dari pengalaman satu sama lain.

Kalo kelompoknya curhat, gimana bisa nambah kemampuan Bahasa Inggrisnya, Luh? Ya bisa, Karena diskusinya kan WAJIB dalam Bahasa Inggris. Jadi, sesedikit dan sebanyak apapun kemampuan Bahasa Inggris yang dikuasai tiap anggota, dalam diskusi ini (dan di Connect secara umum) semua anggota harus berbahasa Inggris. Gk perlu merasa malu, karena semua anggota berada dalam level yang sama, yaitu level “SAMA SAMA BELAJAR”, gk ada yang lebih pinter dari yang lain. Dan, jika dilihat dari 10 sesi yang sudah berjalan, bisa disimpulkan bahwa Bahasa Inggris jadi lebih mudah dipelajari jika digunakan untuk menceritakan hal-hal yang dekat dengan kita.

Keren kan? Kereeen doooong. Metode belajar baru, belajar Bahasa Inggris sambil curhat. Hihihii. Gue berencana untuk menuliskan beberapa hasil diskusi Peer Group ini dalam beberapa tulisan, semoga rencana gue bisa gue wujudkan, bantu doa yaaaah hihihi.

Oiya, kalo mau ngerasain juga serunya belajar Bahasa Inggris sambil curhat, jangan ragu untuk kunjungi Markas Connect English Community yah, mumpung masih ada 2 Foreigner yang standby untuk diajak ngobrol dan ngetes ilmu hihihi. Visit Connect Social Media here and here (feel free to click).

It's only fair to share...Share on FacebookTweet about this on TwitterPin on PinterestShare on TumblrShare on Google+

One thought on “Peer Group : Metode Belajar Bahasa Inggris Sambil Curhat”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *